Sabtu, 20 Desember 2014

DALEM SIDAKARYA

beribu tahun lalu
roh-roh suci pernah duduk disini
disisi perbaringan waktu
melarutkan kerinduan


namun masih saja ku tak mengerti
mengapa doa tak bersapa
persimpangan jiwa pendoa


masih jua disini
gelisah akan keraguan
membuatku mengintip pelangi
dikamarMu


meski tampak pemujaan
sangsikan ratap pengharapan
akan langkah-langkah waktu


Denpasar, 15 April 2014

Sabtu, 06 Desember 2014

ULUWATU

sebelum membasuh roh
dalam sikap asana
irama nafas alam
geliatnya menyingkap asap dupa

gayatri tanpa henti
hingga kebatas matahari
mengayat pergulatan hingga usai

terpasung takdir

sungguh tak mudah diterjemahkan
dedaunan yang menguning
berjatuhan dipekatnya malam

dengan penuh kesungguhnan
biar tak kehilangan cahaya
dalam kesaksianMu
kupasrahkan semua, 
pada musim
pada waktu

Pecatu, 2014

PETITENGET (21)

kidung wargasari
menyibak waktu
mendebar jantung
menyapa ombak

kelam malam tergugah
buka catatan
tiga puluh tahun lalu
disini ditempat ini
menetas kemurnian

dihangatkan pertiwi. 

Kerobokan, 2014

ULUN KULKUL (9)

kidung wargasari mengayat
saat penjamuan mengurai
wangi asap dupa
singkap hati insan penuh bakti


desah malam menggigil rerumputan
menebar gerimis menuai keheningan


kerlip kecil mengarak pelangi
kembang tiga rupa
bersenyawa dalam nama dan rupa


Besakih, 13 April 2014

MADUWE KARANG (6)


Oh Pertiwi

disepanjang kemarau,
seorang lelaki tua,
dihulu ladang,
teduhkan ladang dari kekeringan


hari ini seorang sahabat
menabur harapan
ditembang merdu komala
susuri pekat doa


penantian roh
akhiri pencarian jaman


Kubutambahan, 6 April 2014