Ibu
tiada terkira bahagiaku
keringat dan darahmu mengalir dalam setiap denyut nadiku
tanpamu aku pastilah tiada
sembilan bulan aku bergelayut
menggelora dalam linang air matamu
ibu, sepanjang nafasku slalu kuingat
langkah demi langkah nafasmu
memberi asupan dalam jiwaku
tiada terkira bahagiaku ibu
Penglatan, 21 Juni 1977
Tidak ada komentar:
Posting Komentar